News Update :

Terpopuler

KABAR PKS MAJALENGKA

PKS Majalengka Lepas 4 Duta Parlemen

Senin, 04 Agustus 2014



PKSMajalengka – Pemilihan umum Legislatif (pileg) di kabupaten Majalengka diakhiri dengan pelantikan anggota dewan (aleg) terpilih tadi siang Senin, (4/8) di Gedung DPRD Kabupaten Majalengka JLn KH. Abdul Halim Majalengka. 

Suasana berbeda dilakukan PKS, sebelum diantarkan ke Gedung Dewan, PKS melakukan pelepasan duta dakwah parlemennya di Kabupaten Majalengka. Hal ini dilakukan untuk mengokohkan orientasi tentang tugas dan fungsi duta dakwah PKS. 

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Umum DPD PKS Majalengka di Markas Dakwah PKS Majalengka Jalan KH. Abdul Halim No. 61. 

“hal ini biasa PKS lakukan, tujuannya untuk mengokohkan orientasi tugas dan fungsi duta dakwah parlemen kader PKS.” ujarnya 

Sebelum melepas duta dakwahnya, Ketua DPD PKS Majalengka Asep Aminudin meminta kepada orang tua duta parlemen PKS untuk mengikhlaskan anaknya untuk menjadi wakil rakyat.

“Bapak, ibu, ikhlaskan anaknya untuk menjadi duta dakwah parlemen dari PKS, menjadi wakil rakyat. kehadirannya bukan mewakili keluarga, dapil tapi hadir untuk seluruh masyarakat Majalengka, didalamnya tentu untuk melakukan perbaikan secara sistemik.” Terangnya

Adapun duta dakwah parlemen PKS periode 2014 – 2019 yaitu H. Dedi Rasidi dapil 1, H. Humed dari dapil 2, Deden Hardian N, ST dapil 3, Asep Saefudin, ST Dapil 4. 
 
Tahun ini PKS kehilangan satu kursi yakni dapil 5.(hms)




Jika postingan ini bermanfaat, bantu kami menyebarkannya :

)|( PKS Majalengka | Dari Kota Angin, Bekerja untuk Indonesia )|(

Injury Time, 12 DPC NasDem Majalengka Membelot

Minggu, 06 Juli 2014

MAJALENGKA - Menghadapi momentum Pemilihan Presiden (Pilpres), Partai NasDem di sejumlah daerah bergolak. di wilayah 3 Cirebon selain kota Cirebon, di Kabupaten Majalengka dukungan Nasdem di pilpres juga terbelah. 

Tak tanggung-tanggung, 12 dari 26 DPC menolak keputusan partai yang mendukung Jokowi JK. Mereka mengalihkan dukungannya ke Prabowo Hatta. Pembelotan itu ditegaskan dalam deklarasi lapangan Waringin, Kecamatan Palasah.

Sejumlah DPC yang ikut mendeklarasikan dukungan ke Prabowo Hatta yakni DPC dari Kecamatan Palasah, Sumberjaya, Jatiwangi, Cigasong, Rajagaluh, Leuwimunding, Sindangwangi, Kadipaten, Majalengka, Dawuan, Bantarujeg Dan Lemahsugih.

Mereka pun membubuhkan tanda tangan dukungan di atas spanduk Prabowo Hatta. Hal itu sebagai bentuk komitmen dan keseriusan mereka mendukung Capres Cawapres yang diusung partai Gerindra, PAN, PKS, Golkar, PPP, PBB dan Partai Demokrat tersebut.

Ketua Dpc Partai Nasdem Kabupaten Majalengka Taufik Nurdin menyebutkan, meskipun secara status mereka merupakan kader partai Nasdem, namun sikap politik kepada pasangan Prabowo Hatta yang muncul dari panggilan hati tak bisa terbendung. Sehingga mereka menyatakan sikap mendukung Prabowo Hatta, apapun konsekuensinya.

“Jika melihat status kader partai Nasdem, kami semestinya mendukung pasangan nomor urut 2. Tapi, panggilan hati kami tak bisa dibohongi bahwa Prabowo lah yang lebih pantas didukung dan dimenangkan untuk jadi Presiden RI Periode 2014 – 2019.” Kata Taufik dibenarkan ketua DPC lainnya.

Menurutnya, alasan mereka mendukung nomor 1 karena menilai sosok Prabowo lebih tegas, dipandang tegas, dan mampu memimpin Indonesia menjadi negara bangkit serta menjelma kembali menjadi Macan Asia.

Alasan lainnya yang mendasari mereka mendukung Prabowo Hatta, karena dari jajaran pengurus DPD tidak pernah ada komunikasi pasca pemilihan legislatif (pileg). Pihaknya kurang tersosialisasikan mengenai arah kebijakan partai di tingkat kabupaten, sehingga mereka lebih memilih capres lain yang menurut pengamatannya lebih pantas didukung.

“Kami tentunya tidak berbicara atas nama pribadi saja, Tapi kader-kader dan mesin partai di jajaran grassroot, terutama di tingkat ranting juga menyuarkan hal yang sama. Sehingga kami tidak bisa membendung ini dan dengan tegas kami nyatakan sikap politik ini, apapun konsekuensinya.” Tegasnya diamini pengurus DPC.

Di tempat yang sama ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Sumbercaya Sunarto menegaskan, lantaran dukungannya berbeda dengan yang diusung partai, tentu pasti ada konsekuensi yang akan diterima. Namun, pihaknya siap menerima apapun sanksi yang akan diberikan. Dengan sikap politik ini, justru pihaknya ingin menunjukan bahwa setiap warga negara punya hak politik yang tidak bisa dipaksakan, walaupun berbeda arah dengan partai.

“Konsekuensinya seperti apa kita siap, walaupun ujungnya kita dipecat dari partai, karena untuk masalah menentukan pemimin bangsa, kita tidak mau lagi berbicara partai dan golongan, tapi harus berani menentukan sikap dengan mendukung pemimpin bangsa yang layak dan mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka, Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi adanya dukungan yang membelot. Terlebih ke-12 DPC yang dimaksud sebetulnya sudah bukan lagi pengurus Partai Nasdem.

“Mereka sebetulnya sudah bukan pengurus lagi, nanti akan kami evaluasi. Yang jelas jika membelot akan ada sanksi,” ungkapnya singkat. (hrd)  

Sumber: Harian Umum Rakyat Cirebon, Sabtu, 5 Juli 2014. Hal 7


Jika postingan ini bermanfaat, bantu kami menyebarkannya :

)|( PKS Majalengka | Dari Kota Angin, Bekerja untuk Indonesia )|(

Fakta-Fakta Debat Capres Terakhir

Akan saya kupas omongan dalam debat ke-5 ini :
 

1. JK waktu itu Pro Impor Beras, HKTI dibawah Prabowo menolak keras impor Beras. Hadeuh wis sepuh Pak JK. Lupa dia. Baca >> http://rakyatsulsel.com/prabowo-pak-jk-tegur-saya-karena-tolak-impor-beras.html
 

2. Soal penolakan koperasi pertanian jelas ada di sejumlah berita ketika kampanye Joko widodo di Indramayu, 17 Juni 2014. Silahkan google.Kenapa dia dalam debat malah mendukung adanya koperasi.. Bukan menolaknya seperti dalam kampanye. Takut kalah omongan??? lihat >> https://id.berita.yahoo.com/jokowi-dinilai-ciderai-cita-cita-luhur-pendiri-bangsa-132103762.html
 

3. Politisi PDIP mantan KABULOG Widjanarko Puspoyo,tersandung kasus korupsi impor sapi dn dipenjara 10 tahun. Baca >>http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1842-eh-malah-tersandung-korupsi
 

4. Jusuf Kalla di masa pemerintahan Gus Dur pernah dipecat dari jabatannya sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia karena dugaan KKN. Baca >> http://pemilu.sindonews.com/read/872752/113/jangan-lupa-jk-dipecat-gus-dur-karena-kkn
 

5. Wiranto di era pemerintahan Gus Dur pernah dipecat karena Gus Dur tahu kebusukan wiranto dalam tragedy Mei ‘98.Baca >> http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/24/042204/2617129/1562/fuad-bawazier-wiranto-dan-jk-dulu-pernah-dipecat-gusdur
 

6. Jokowi bicara tentang transportasi public. Namun lihat saja kenyataannya mengenai Bus TransJ dan proyek MRT.
 

7. Nah, semua orang juga tahu kalau produsen-produsen tabung gas Elpiji 3 kg itu perusahaan-perusahaannya JK.
 

8. Ketika baru menjabat Wapres, JK langsung berikan proyek 10 PLTA untuk perusahaan-perusahaan keluarganya. Ketika perusahaan keluarga JK dapat 2 proyek PLTU, Bank Pembangunan Daerah (BPD) atas perintah Wapres JK disuruh bayari.
 

9. Jokowi sempat mengeluarkan jurus jitunya yaitu system pengawasan. Dalam hal ini seperti kita ketahui, bagaimana pengawasan di DKI sendiri???
 

10. Pasangan nomer urut 2 tidak menyinggung masalah HAM, sehingga saya tidk akan publikasikan masalah tersebut.hehehee
 

Itulah beberapa point yang saya publikasikan. Sesungguhnya masih banyak hal, namun saya tidak ingin menghancurkan pandangan publik terlalu dalam dengan adanya hal ini. Yang saya garis bawahi dalam segala program-program yang disampaikan pasangan nomer urut 2 akan memunculkan kemungkinan praktik KKN. Silahkan cari tahu sendiri bagaimana korelasinya/ hubungan dalam lingkarannya. Marilah kita selalu berpegang teguh prinsip agama kita bahwa "Yang Benar Katakan Benar,Yang Salah Katakan Salah".

Selamat pagi, Semoga Tuhan YME senantiasa memberi kesehatan baik dalam hati, pikiran dan jiwa.

 

Salam,
 
Hamzah Putra Trisno


Jika postingan ini bermanfaat, bantu kami menyebarkannya :

)|( PKS Majalengka | Dari Kota Angin, Bekerja untuk Indonesia )|(

Munarman: Waspadalah! Metro TV Akan Diserbu FPI Gadungan, Skenario Chaos Pilpres

JAKARTA - Menjelang hari ‘H’ pemilihan presiden 9 Juli, situasi politik semakin panas, dan berusaha dibawa ke situasi ‘chaos’. Sejak mulai penyerangan TVOne di Yogyakarta dan Jakarta orang yang menjadi pendukung PDIP dan Jokowi. Mereka tidak dapat menerima dengan berita TVOne tentang keterkaitan Jokowi dengan PKI. Kemarin di Karawang Kantor DPD PKS, juga diserang oleh orang-orang tidak dikenal.

Seperti sudah diskenariokan rencana ‘chaos’ itu, ketika Jokowi kalah dalam pemilihan. 

Tokoh Katolik Franz Magnis Suseno, menegaskan jika Jokowi kalah, maka kemungkinan  besar akan ‘chaos’. Ini sudah menjadi ancaman. Kalangan para pendukung Jokowi dan orang-orang yang dibelakangnya, tidak dapat menerima Jokowi kalah.
 

Karena, Jokowi sudah dibuat citra, Jokowi pasti menang. Tidak akan kalah. Selama berbulan-bulan survei-survei ‘palsu’ yang membodohi rakyat, Jokowi selalu diatas peringkatnya. Mengalahkan tokoh lainnya, termasuk Prabowo-Hatta. Tapi, sekarang rakyat mulai sadar, rating yang tinggi semua itu, hanyalah palsu. Jokowi hanyalah ‘gelembung’ busa, dan sengaja dibuat oleh para media pendukungnya.

Dengan penyerangna TVOne di Yogyakarta, rakyat mulai sadar, para pendukung Jokowi mirip ‘gerombolan’ yang melakukan teror dan tindakan intimadasi dengan cara-cara yang anarkis. Tidak santun. Bahkan, sejak pemberitaan TVOne yang melansir berita tentang adanya keterkaitan PDIP dan Jokowi dengan PKI mereka semakin tidak terkendali. Ini didorong oleh elite PDIP dan Jokowi dengan berbagai pernyataannya.

Menurut Ketua Bidang Hukum FPI, Munarwan SH, diskenariokan adanya ‘FPI Gadungan’, yang  akan menyerbu METROTV, ini sebagai membuat citra buruk bagi umat Islam, dan pendukung Prabowo. ‘FPI Gadungan’ ini akan melakukan gerakan anarkis, dan menyerang METROTV,  sebagai reaksi pemberitaan METROTV yang terus menjelek-jelekan Prabowo. Ini semua tujuannya menjatuhkan umat Islam dan Prabowo, menjelang pencoblosan.
 

Munarman, mengatakan, bahwa Sekjen PDIP Cahyo Kumolo, yang melahirkan  ‘Serangan 2 Juli 2014’ (SERDADU 14) oleh orang-orang suruhannya ke TVOne di Yogyakarta, dan akan dinetralisir dengan cara-cara yang dramatis oleh Jokowi dalam bentuk ‘SERANGAN BALIK 7 JULI 2014’, yang akan diserang Kantor METRO TV Jakarta. METROTV sendiri sudah dikondisikan untuk menyiapkan sebuah pemberitaan yang ‘KERAS’ yang nantinya digunakan oleh ‘Massa Prabowo’, ungkap Munarman.
 

Karena itu, Munarman memperingatkan kepada seluruh anggota FPI harus waspada dan meningkatkan kewaspadaan, dan jangan melakukan gerakan apapun, agar tidak satupun anggota FPI yang terlibat dalam aksi penyerangan METROTV. Ini sebuah perangkap atau jebakan kepada FPI, dan FPI akan dikambingkan-hitamkan, tegaskan Munarman. Waspadalah!

Menurut Munarman, informasi ini sudah dikonfirmasi, dan informasi ini dari  wartawan METROTV, dan semalam mereka sudah bersiaga untuk meliput ‘FPI Gadungan’, dan aksi ini akan ‘digoreng’, karena dari kemarin malam, informasi ini sudah diterima, jika METROTV akan diserbu ‘FPI Gandungan’ alias ‘FPI Palsu’. Polisi sudah disiagakan sejak kemarin malam, tambah Munarwan. (jj/voa-islam.com)
 

*sumber: http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2014/07/05/31393/munarman-waspadalahmetro-tv-akan-diserbu-fpi-gadunganskenario-chaos/
Jika postingan ini bermanfaat, bantu kami menyebarkannya :

)|( PKS Majalengka | Dari Kota Angin, Bekerja untuk Indonesia )|(

Kalau Bukan PKI, Kenapa Harus Sewot dan Anarkis?

Sejumlah kalangan menyesalkan tindakan anarkis yang dilakukan massa Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) pendukung Jokowi-JK yang melakukan pengrusakan salah satu stasiun televisi. Bahkan, capres Jokowi mendukung aksi anarkis tersebut, dengan alasan sudah tak sabar menahan amarah karena selalu menghadapi kampanye hitam yang bernuansa SARA.
 
“Memangnya ada yang salah kalau disebut PKI. Buktinya, anak PKI Ribka Tjiptaning kan kader PDIP dan beliau bangga mengaku dirinya anak PKI. Kalau merasa bukan PKI, kenapa harus sewot dan melakukan tindakan anarkis. Bukan hanya PKI saja, kesan publik pada PDIP kan sebagai partainya orang-orang Kristen dan Katolik (palagisme). Ini kan bukan rahasia umum lagi, semua orang tahu. Jadi, santai aja lagi, bilang aja Aku Ra Popo, kenapa harus melakukan kekerasan dan menodai bulan suci Ramadhan ini dengan cara-cara seperti itu,” ujar wartawan senior Rusmin Effendy menanggapi aksi anarkis massa pendukung Jokowi di Jakarta, Kamis 3 Juli 2014.

 
Menurut Rusmin, masa pendukung Jokowi jangan merasa besar dan bangga dulu, harus bertindak rasional dan obyektif terhadap suatu masalah. “Kalau sampai Ramadhan ini diciderai dengan cara seperti itu, bukan tidak mungkin bisa membangkitkan emosional dan perlawanan umat Islam. Jangan memprovokasi masalah dan keadaan yang bisa memancing emosional masyarakat. Kalau umat Islam tersinggung dan melakukan jihat siapa yang berani menghentikannya. Karena itu, jangan nodai Ramadhan ini dengan tidakan dan perbuatan yang bisa memancing emosional, apalagi menyangkut aqidah,” ujarnya.

 
Dia berharap, masing-masing pasangan capres/cawapres harus mampu mengendalikan emosional massa pendukungnya untuk tidak berbuat hal-hal yang bisa memancing kerusuhan selama ramadhan. “Sangat disayangkan, seorang Jokowi justru mendukung aksi anarkis tersebut dengan alasan sudah kehilangan kesabaran karena selalu dihadapkan dengan kampanye hitam. Kalau Jokowi sosok yang bersih, santun, sederhana, dari keluarga terpandang, mana mungkin ada kampanye hitam. Justu kampanye hitam terjadi karena ada something wrong yang patut diklarifikasi,” tegasnya.

 
Dia mencontohkan, di media sosial ramai dipersoalkan latarbelakang keluarga Jokowi, khususnya menyangkut ayahnya yang bernama Widjiatno yang kemudian berubah menjadi Noto Nitihardjo, sedangkan ibunya bernama Sudhiatmi. Daerah kelahiran ibunya berasal dari Kelurahan Giriroto, Boyolali, sekitar 12 kilometer dari Surakarta yang dikenal basis utama PKI di Jawa Tengah pada tahun 1960 sampai 1980an.

 
“Persoalan ini kan bukan fitnah, tapi tulisan di media sosial. Kalau memang Jokowi jujur berdasarkan ajaran Islam, dia harus berani sumpah Al Quran yang menjelaskan secara detail jati dirinya dan menjawab semua tuduhan dan kampanye hitam. Kalau perlu membuat testimoni di media massa. Cepat atau lambat masyarakat juga akan tahu, siapa Jokowi yang sebenarnya. Ikon yang menyebutkan dirinya sebagai sosok yang santun, sederhana dan tegas hanyalah tipu-tipu belaka. Buktinya, kasus korupsi Jokowi selama menjabat Walikota Solo sudah dilaporkan ke KPK, tapi sampai sekarang tak ada kabarnya,” ujarnya.

 


Rusmin juga mengimbau masyarakat untuk cerdas memilih pemimpin dalam Pilpres 9 Juli mendatang, karena yang banyak ditonjolkan dari tim sukses sekarang ini hanyalah psy war (perang urat saraf), bukan war of ideas (perang ide) dan war of wits (perang kecerdasan). Paling tidak, Pilpres 2014 ini harus menjadi momentum bangsa memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan, kesejahteraan bagi masyarakat. Seperti yang dilakukan Presiden AS Barack Hussein Obama saat pertama kali maju sebagai presiden dengan bukunya yang terkenal; “Change We can Believe in” melalui American Dream. 

“Bangsa ini merindukan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan, bukan sekedar pencitraan melalui kartu KJS, revolusi mental, pembangunan tol laut, industri kreatif dan sebagainya,” ujarnya. [KbrNet/Aktual.co]

*http://kabarnet.in/2014/07/04/kalau-bukan-pki-kenapa-harus-sewot-dan-anarkis/

Jika postingan ini bermanfaat, bantu kami menyebarkannya :

)|( PKS Majalengka | Dari Kota Angin, Bekerja untuk Indonesia )|(

Baraya Kang Aher

Nurhasan Zaidi